Thread untuk tugas 2 Okt

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Thread untuk tugas 2 Okt

Post  Admin on Wed Oct 02, 2013 2:58 pm

AWW

Masukkan tulisan anda kesini, 1 posting berisi tulisan 2 tugas tadi. Jgn lupa nama anggota kelompok yang berpartisipasi. Trims.

WWW
by TTx

Admin
Admin

Jumlah posting : 952
Join date : 20.09.12
Lokasi : Yogyakartun

Lihat profil user http://blog.uad.ac.id/ttx

Kembali Ke Atas Go down

tugas 2 oktober jarkom

Post  rovic on Wed Oct 02, 2013 3:39 pm

Nama kelompok
Oby rahmandani (12016031)
Reza Fadlil Aziz (12016002)
Rovic Eko Pramuzi (12016006)
Tugas 1
PerbedaanStandarJaringanKomputer 802.11 a/b/g/n
Kecepatan :
802.11a :Memilikikecepatan 54 Mb/s
802.11b :Memiliki 5,5 Mb/s
802.11g :Memiliki54 Mb/s
802.11n :Memiliki 600 Mb/s
Frekuensi :
802.11a : 5 GHz
802.11b : 2,4 GHz
802.11g: 2,4 GHz
802.11n : 2,4 GHz
Fiture:
802.11 a : Memilikimaksimumjangkauan 35 m indoor dan 120 m outdoor, metodetransmisi yang digunakanadalah Orthogonal Frequency Division MultiPlexing (OFDM).
802.11 b :Memilikimaksimumjangkauan 38 m indoor dan140 m outdoor, metodetransmisi yang digunakanadalah DSSS.
802.11 g :Memilikimaksimumjangkauan 38 m indoor dan 140 m outdoor, metodetransmisi yang digunakan OFDM
802.11n :Memilikimaksimumjangkauan70 m indoor dan250 m outdoor, metodetransmisisamadengan MIMO
Kompabilitas:
802.11 a :Dengan 802.11 a
802.11b :Dengan 802.11 b
802.11g :Dengan 802.11 b, danDengan 802.11 g
802.11n :Dengan 802.11 b,g,n.

Tugas 2
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.
Kategori Kegunaan
Category 1 (Cat1) Kualitas suara analog

Category 2 (Cat2) Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik

Category 3 (Cat3) Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik

Category 4 (Cat4) Transmisi data digital hingga 20 megabit per detik
Category 5 (Cat5) Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Enhanced Category 5 (Cat5e) Transmisi data digital hingga 1000 megabit per detik
Category 6 (Cat6) Mendukung transmisi di frekuensi 250MHz
Category 7 (Cat7) Mendukung transmisi di frekuensi 600MHz

Kategori 1
Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.
Kategori 2
Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini.
Category 3
Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.
Category 4
Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.
Category 5
Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).
Kabel UTP Category 6
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.
Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz




Kabel STP
Spesifikasi kabel :
• AMP NETCONNECT 219413-2 FTP(STP).
• Cat. 5E 4p x 24 AWG solid conductor.
• Konfigurasi straight.
• Metal shielded connector.
Kurangan dan Kelebiha STP

Kekurangan
Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulny,Harganya cukup mahal.

Kelebihan
Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internalsehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaketpembungkus luar.

fungsinya
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,komputer televisi dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.



rovic

Jumlah posting : 52
Join date : 11.09.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Tugas 2 Oktober jarkom

Post  sriayu1994 on Wed Oct 02, 2013 3:52 pm

Assalamu'alaikum Wr Wb.... Smile 

I. Perbedaan Wireless LAN 802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n

Rilis :
802.11a : 1999
802.11b : 1999
802.11g : 2003
802.11n : 2009

Kecepatan Frekuensi:
802.11a : 5 GHz
802.11b : 2.4 GHz
802.11g : 2.4 GHz
802.11n : 2.4 GHz & 5GHz

Throughput umum :
802.11a : 23 Mbps
802.11b : 4.3 Mbps
802.11g : 19 Mbps
802.11n : 74 Mbps

Data rate maksimal:
802.11a : 54 Mbps
802.11b : 11 Mbps
802.11g : 54 Mbps
802.11n : 248 Mbps

Modulasi :
802.11a : OFDM
802.11b : DSSS
802.11g : OFDM
802.11n : MIMO

Jangkauan(Indoor) :
802.11a : 35m
802.11b : 38m
802.11g : 38m
802.11n : 70m

Jangkauan(Outdoor) :
802.11a : 120m
802.11b : 140m
802.11g : 140m
802.11n : 250m

Kompabilitas :
802.11a : a
802.11b : b
802.11g : b,g
802.11n : b,g,n

II. Standarisasi UTP dan STP

A. Kategori Kabel UTP

 1. Kabel UTP Category 1
Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data
2. Kabel UTP Category 2
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)
3. Kabel UTP Category 3
Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.

Karakteristik                        Nilai pada frekuensi 10 MHz              Nilai pada frekuensi 16 MHz
Attenuation (pelemahan sinyal)  27 dB/1000 kaki                                 36 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk (NEXT)          26 dB/1000 kaki                                 23 dB/1000 kaki
Resistansi                                  28.6 Ohm/1000 kaki                         28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi                                  100 Ohm (±15%)                         100 Ohm (±15%)
Kapasitansi                                  18 picoFarad/kaki                         18 picoFarad/kaki


4. Kabel UTP Category 4
Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps

Karakteristik         Nilai pada frekuensi 10 MHz  Nilai pada frekuensi 20 MHz
Attenuation            20 dB/1000 kaki                      31 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk  41 dB/1000 kaki                      36 dB/1000 kaki
Resistansi                  28.6 Ohm/1000 kaki              28.6 Ohm/1000 kaki
Impedansi                 100 Ohm (±15%)                     100 Ohm (±15%)
Kapasitansi                 18 picoFarad/kaki             18 icoFarad/kaki


5. Kabel UTP Category 5
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps,
Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik.

Karakteristik            Nilai pada frekuensi 10 MHz    Nilai pada frekuensi 100 MHz
Attenuation                     20 dB/1000 kaki                      22 dB/1000 kaki
Near-end Cross-talk     47 dB/1000 kaki                      32.3 dB/1000 kaki
Resistansi                     28.6 Ohm/1000 kaki                      28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi                    100 Ohm (±15%)                      100 Ohm (±15%)
Kapasitansi                     18 picoFarad/kaki                      18 picoFarad/kaki
Structural return loss     16 dB                                      16 dB
Delay skew                     45 nanodetik/100 meter              45 nanodetik/100 meter

6. Kabel UTP Category 5e
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
Kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa.
Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi.

7. Kabel UTP Category 6
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.

8. Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

Kabel UTP

PELINDUNG INTERFERENSI : tidak ada
MAKS. BANDWITH : 100 Mbps
MAKS. KABEL : 100 meter
SOKET : RJ-45 (RJ = Registered Jack)
BIAYA : murah
TOPOLOGI FISIK : Star, Extended Star, Tree
INSTALLASI : Mudah



B. Kategori Kabel  STP

Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
“Shielded twisted pair” juga adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

Kabel STP

PELINDUNG INTERFERENSI : ada
MAKS. BANDWITH : 100 Mbps
MAKS. KABEL : 100 menster
SOKET : RJ-45 (RJ = Registered Jack)
BIAYA : lebih mahal dibanding UTP
TOPOLOGI FISIK : Star & Token Ring
INSTALLASI : lebih sulit dibanding UTP


Nama Kelompok:
1. Sri Rohidayati (12016003)
2. Deli Putri Ratnasari E (12016011)
3. Sri Ayu Windarti (12E16033)


Wassalamu'alaikum Wr Wb.... Smile

sriayu1994

Jumlah posting : 44
Join date : 11.09.13
Age : 22
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Perbedaan wireless LANs

Post  Mamlu Atu Rahmah on Wed Oct 02, 2013 5:23 pm

Nama :
Zuharisa (12016001)
Tindy Annesa M (12016026)
Mamlu'atu Rahmah(12E16034)

1. Perbedaan Wireless LAN  802.11a , 802.11b , 802.11g , 802.11n
Standard :
Kecepatan 802.11a : menyediakan hingga 54 Mbps
Kecepatan 802.11b : menyediakan 11 Mbps transmisi ( dengan fallback ke 5,5 , 2 dan 1 Mbps )
Kecepatan 802.11g : melalui jarak yang relatif pendek pada 20-54 Mbps
Kecepatan 802.11n : transmisi nirkabel throughput yang tinggi pada 100Mbps – 200 Mbps

Frekuensi 802.11a : di pita 5GHz
Frekuensi 802.11b : di pita 2,4 GHz
Frekuensi 802.11g : di pita 2,4 GHz
Frekuensi 802.11n : di pita 2,4 GHz

Keempat Wireless LAN ini menggunakan protokol Ethernet dan CSMA / CA (carrier rasa multiple access dengan menghindari tabrakan bukan CSMA / CD ) untuk berbagi jalur .Berikut Karakteristik masing-masing Wireless :

Karakteristik  802.11a :
menggunakan frekuensi division multiplexing ( OFDM ) skema pengkodean ortogonal daripada FHSS atau DSSS . Spesifikasi 802.11a berlaku untuk sistem nirkabel ATM dan digunakan dalam hub akses .

Karakteristik  802.11b :
menggunakan DSSS hanya . 802.11b adalah ratifikasi standar 802.11 yang asli , yang memungkinkan fungsi nirkabel sebanding dengan Ethernet .

Karakteristik  802.11g:
menggunakan skema pengkodean OFDM .

Karakteristik  802.11n:
dibangun berdasarkan standar sebelumnya 802.11 dengan menambahkan MIMO (multiple - input multiple -output )

Mamlu Atu Rahmah

Jumlah posting : 10
Join date : 11.09.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Standard dari UTP dan STP

Post  Mamlu Atu Rahmah on Wed Oct 02, 2013 5:40 pm

Nama :
Zuharisa(12016001)
Tindy Annesa M(12016026)
Mamlu'atu rahmah(12E16034)

Kabel tembaga terbagi atas UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Perbedaan dari keduanya adalah adanya pelindung dan tidak adanya pelindung pada bagian inti konduktornya.



Standard UTP:
Kabel UTP terdiri dari 4 pasang kabel dengan jalinan yang berbeda-beda tiap incinya. Semakin rapat jalinan tersebut, tingkat transimisi dan harganya semakin tinggi. Kabel UTP ini menggunakan konektor RJ-45 yang biasa digunakan untuk Ethernet, ISDN, atau sambungan telepon. Dengan kabel UTP, kita dapat mengirimkan data lebih banyak dibandingkan LAN.
Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
- CAT1 biasanya kabel telepon . Jenis kawat tidak mampu mendukung lalu lintas jaringan komputer dan tidak terpelintir . Hal ini juga digunakan oleh perusahaan telepon yang menyediakan ISDN , di mana kabel antara lokasi pelanggan dan jaringan perusahaan telepon menggunakan CAT 1 kabel .
- CAT2 , CAT3 , CAT4 , CAT5 dan CAT6 adalah spesifikasi kabel jaringan . Jenis kawat dapat mendukung jaringan komputer dan lalu lintas telepon . CAT2 digunakan untuk jaringan token ring , mendukung kecepatan hingga 4 Mbps . Untuk kecepatan jaringan yang lebih tinggi ( 100Mbps plus) Anda harus menggunakan CAT5 kabel , untuk kecepatan 10Mbps menggunakan CAT3 .
CAT3 , CAT4 dan CAT5 kabel sebenarnya 4 pasang kabel twisted copper dan CAT5 memiliki tikungan per inci dari CAT3 sehingga dapat berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi dan panjang yang lebih besar . CAT3 dan CAT4 keduanya digunakan untuk Token Ring dan memiliki panjang maksimal 100 meter .
-CAT6 kawat pada awalnya dirancang untuk mendukung gigabit Ethernet ( meskipun ada standar yang akan memungkinkan transmisi gigabit melalui CAT5 kawat, itu CAT 5e ) .

Standard STP:
Sedangkan, kabel STP terdiri dari sepasang kabel yang dilindungi oleh timah, dan masing-masing kabel tersebut dibungkus oleh pelindung.Spanning Tree Protocol ( STP ) merupakan standar IEEE 802.1D
Data rate STP:
4 Mbit / s 250 5.000.000
10 Mbit / s 100 2.000.000
16 Mbit / s 62 1.250.000
100 Mbit / s 19 200.000
1 Gbit / s 4 20.000
2 Gbit / s 3 10.000
10 Gbit / s 2 2,000

- Spanning Tree Protocol ( STP ) tidak standar dan berbeda dari versi IEEE dalam format pesan serta pengaturan timer. IEEE memperkenalkan Rapid Spanning Tree Protocol ( RSTP ) sebagai 802.1w . RSTP menyediakan signifikan lebih cepat spanning tree konvergensi setelah perubahan topologi , memperkenalkan konvergensi baru . RSTP ini dirancang untuk menjadi mundur - kompatibel dengan standar STP .
- Standar IEEE 802.1D -2004 menggabungkan RSTP dan obsoletes standar STP asli .
- RSTP juga dapat dikonfigurasi secara otomatis mendeteksi port tepi
- Versi proprietary Cisco Spanning Tree Protocol , Per - VLAN Spanning Tree ( PVST ) dan Per - VLAN Spanning Tree Plus ( PVST + ) , membuat pohon rentang terpisah untuk setiap VLAN . Kedua PVST dan PVST + protokol adalah protokol proprietary Cisco , dan beberapa switch dari vendor lain mendukung mereka .
- Cisco versi eksklusif dari Rapid Spanning Tree Protocol menciptakan pohon rentang untuk setiap VLAN , seperti PVST . Cisco mengacu pada ini sebagai Rapid Per - VLAN Spanning Tree ( RPVST ) .
- The Multiple Spanning Tree Protocol ( MSTP ) , awalnya didefinisikan dalam IEEE 802.1S dan kemudian bergabung ke IEEE 802.1Q -2005 , mendefinisikan ekstensi untuk RSTP untuk mengembangkan kegunaan virtual LAN ( VLAN ) .


Mamlu Atu Rahmah

Jumlah posting : 10
Join date : 11.09.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

re: Thread untuk tugas 2 Okt

Post  Nur Wulan Maulida on Wed Oct 02, 2013 5:56 pm

Assalamu'alaikum wr. wb.. Smile 

Nama:
  • Nur Wulan Maulida (12016013)

  • Nur Sabrina Ambarwati (12016016)


1. Standarisasi IEEE 802.11
Kecepatan transfer
  • IEEE 802.11a: 54 Mbps

  • IEEE 802.11b: 5,4-11 Mbps

  • IEEE 802.11g: 30 Mbps

  • IEEE 802.11n: 54-140 Mbps


Fitur
  • IEEE 802.11a: bekerja pada frekuensi 5GHz mengikuti standard dari UNII (Unlicensed National Information Infrastructure). Menggunakan standar frequency division multiplexing (FDM).

  • IEEE 802.11b: Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia.

  • IEEE 802.11c: disebut wifi, merupakan versi diubah 802.1d standar yang memungkinkan 802.1d jembatan dengan 802.11-perangkat yang kompatibel (pada tingkat data link).

  • IEEE 802.11d: memungkinkan penggunaan internasional 802,11 lokal jaringan. Ini memungkinkan perangkat yang berbeda informasi perdagangan pada rentang frekuensi tergantung pada apa yang diperbolehkan di negara di mana asal perangkat.

  • IEEE 802.11e: meningkatkan kualitas layanan pada tingkat data link layer. Tujuan standar ini adalah untuk menentukan persyaratan paket yang berbeda dalam hal bandwidth dan keterlambatan transmisi sehingga memungkinkan transmisi yang lebih baik suara dan video.

  • IEEE 802.11f: rekomendasi untuk jalur akses vendor produk yang memungkinkan untuk menjadi lebih kompatibel. Ia menggunakan Inter-Access Point Protocol Roaming, yang memungkinkan pengguna roaming transparan akses beralih dari satu titik ke titik lain sambil bergerak, tidak peduli apa merek jalur akses yang digunakan pada infrastruktur jaringan. Kemampuan ini juga hanya disebut roaming.

  • IEEE 802.11g: menawarkan bandwidth yang tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek) pada rentang frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11g mundur-kompatibel dengan standar 802.11b, yang berarti bahwa perangkat yang mendukung standar 802.11g juga dapat bekerja dengan 802.11b.

  • IEEE 802.11h: Mendefinisikan pengaturan spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik.

  • IEEE 802.11i: Menyediakan keamanan yang lebih baik. Penentuan alamat untuk mengantisipasi kelemahan keamanan pada protokol autentifikasi dan enkripsi.

  • IEEE 802.11j: Penambahan pengalamatan pada channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang


2. Kabel UTP dan STP
Kabel UTP
  • Category 1 (Cat 1): kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel ini digunakan sebelum tahun 1983 yang menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel ini membuatnya tidak sesuai untuk kabel yang digunakan mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer.

  • Category 2 (Cat 2): kabel yang didesain untuk medukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 Mbps. Kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan pada topologi Ring.

  • Category 3 (Cat 3): digunakan untuk komunikasi data dan suara pada kecepatan 10 Mbps. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin dan dilindungi oleh insulasi. Jika dalam perkembangan teknologi Ethernet, kabel ini mempunyai kemampuan terendah dan hanya mendukung jaringan 10BaseT saja.

  • Category 4 (Cat 4): didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 Mbps yang menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin dan dilindungi oleh insulasi. Kabel ini mendukung jaringan Ethernet 10BaseT.

  • Category 5 (Cat 5): Kabel UTP Cat5 didesain untuk komunikasi data serta suara pada kecepatan 100 Mbps. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Ethernet (1000BaseT). Kabel ini sering disarankan untuk semua instalasi jaringan.

  • Enchanted Category (Cat 5E): standar baru untuk instalasi kabel data UTP. Rating bandwidth kabel Cat5E adalah 100 Mbps, namun bandwidth maksimal bisa mencapai 1000 Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat.

  • Category 6 (Cat 6): standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini telah memenuhi standar yang lebih ketat, bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel, namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan yang semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga Cat6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya.


Kabel STP
  • Kelebihan: Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internalsehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaketpembungkus luar.

  • Kekurangan: Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi. Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulny,Harganya cukup mahal.

  • Fungsi: Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,komputer televisi dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Nur Wulan Maulida

Jumlah posting : 38
Join date : 14.09.13
Age : 22
Lokasi : Indonesia

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Tugas Jarkom

Post  Rifa on Wed Oct 02, 2013 6:07 pm

Nama kelompok:
-Gigien Rahmawati (12016017)
 gigienrahma.itsme@gmail.com
-Annisa Hikmawati (12016028)
 annisaelska188@yahoo.co.id
-Musrifah (12016032)
 raveliarhiva@gmail.com


-Pertanyaan 1:
Perbedaan antara standar wireless network  802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n adalah
• 802.11a
Standar wireless network dengan maksimum data transfer rate 54 Mbps dan bekerja pada frekuensi 5 GHz. Metode transmisi yang digunakan adalah Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang mengizinkan pentransmisian data secara paralel di dalam sub-frekuensi (resisten terhadap interferensi dengan gelombang lain). Range maksimal untuk indoor hanya sekitar 15 meter/ ± 50 ft. Sedangkan outdoor ± 100 ft/30 meter. Standar 802.11a tidak kompatibel dengan 802.11 b,g

• 802.11b
Standar wireless network dengan maksimum data transfer rate 5.5 Mbps dan/atau 11 Mbps dan bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Dikenal juga dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih mencapai 5.9 Mbps pada protokol TCP, dan 7.1 Mbps pada protokol UDP. Metode transmisi yang digunakannya adalah DSSS. memiliki range area yang lebih panjang (~150 feet/45 meters di dalam indoor dan ~300 feet/90 meter dalam outdoor)

• 802.11g
Mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mbps pada pita frekuensi 2,4 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar wireless network yang hampir sama dengan 802.11b tetapi metode transmisi yang digunakan adalah OFDM (sama dengan 802.11a). Range area ~150 feet/45 meter untuk indoor dan ~300 feet/90 meter untuk outdoor.

• 802.11n
Baru saja dirilis 11 September 2009. Secara teoritis, dapat mencapai kecepatan 600 Mbps. Namun, setelah Wi-Fi Alliance menguji, hanya mencapai kecepatan maksimum 450 Mbps. Bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan/atau 5 GHz. Sama seperti teknologi MIMO (multiple-input multiple-output), 802.11n bekerja dengan cara mengutilisasi banyak komponen pemancar dan penerima sinyal sehingga transmisi data dapat dilakukan paralel untuk meningkatkan nilai throughput (50-144 Mbps). Range maksimal untuk indoor 70 meter sedangkan outdoor bisa mencapai 250 meter. Wi-Fi 802.11n ini akan diaplikasikan di device router dan adapter.

Spesifikasi:
-802.11b
Rilis: 1999
Kecepatan: 11 Mb/s
Frekuensi Band: ~2.4 GHz
Cocok dengan:b
Modulasi:DSSS

-802.11a
Rilis: 1999
Kecepatan: 54 Mb/s
Frekuensi Band: ~5 GHz
Cocok dengan:a
Modulasi:OFDM

-802.11g
Rilis: 2003
Kecepatan: 54 Mb/s
Frekuensi Band:  ~2.4 GHz
Cocok dengan:b, g
Modulasi:OFDM

-802.11n
Rilis: 2009
Kecepatan:100 Mb/s
Frekuensi Band: ~2.4 GHz
Cocok dengan:b, g, n
Modulasi:MIMO


-Pertanyaan 2:
Perbedaan kabel STP dan UTP adalah
-Kabel STP
Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu media transmisi yang digunakan untuk membuat sebuah jaringan  yang berbasis lokal atau biasa disebut LAN (Local Area Network). Sesuai namanya Shielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin atau terbelit dengan pelindung. Hampir sama dengan kabel UTP tapi kabel STP mempunyai selubung lagi yang menyelubungi ke 4 lilitan kabel di dalamnya. Fungsi lilitan dan kulit penyelubung ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran.

Kelebihan:
Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internalsehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaketpembungkus luar.

Fungsinya:

Untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,komputer televisi dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

-Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan yang berbasis lokal atau biasa disebut LAN (Local Area Network). Sesuai namanya yaitu Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan yang berpilin atau terbelit tanpa pelindung. Fungsi dari lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. kabel jenis banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan selain harganya yang tidah terlalu mahal, kabel ini juga mudah untuk memotongnya karena hanya mempunyai satu kulit penyelubung. oleh karena itu banyak orang yang menggunakan kabel jenis ini untuk membuat sebuah jaringan.
Spesifikasi:
Kabel UTP Category 1
Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocok untuk mentransmisikan data.

Kabel UTP Category 2
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)

Kabel UTP Category 3
Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.

Kabel UTP Category 4
Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps

Kabel UTP Category 5e
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
Karakteristik                Nilai pada frekuensi 10 MHz            Nilai pada frekuensi 100 MHz

Attenuation        20 dB/1000 kaki                     22 dB/1000 kaki
Near-end Cross-talk 47 dB/1000 kaki                        32.3 dB/1000 kaki
Resistansi          28.6 Ohm/1000 kaki                28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi               100 Ohm (±15%)                         100 Ohm (±15%)
Kapasitansi               18 picoFarad/kaki                   18 picoFarad/kaki
Structural return loss 16 dB                               16 dB
Delay skew                 45 nanodetik/100 meter            45 nanodetik/100 meter

Kabel UTP Category 6
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.

Kabel UTP Category 7
Gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz

Rifa

Jumlah posting : 34
Join date : 11.09.13
Lokasi : yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Kumpul Tugas Part II

Post  Maryadi on Wed Oct 02, 2013 7:54 pm

Standart IEEE 802.11
IEEE 802.11
IEEE 802.11a adalah sebuah teknologi jaringan nirkabel yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari standar IEEE 802.11 yang asli, namun bekerja pada bandwidth 5.8 GHz dengan kecepatan maksimum hingga 54 Mb/s. Metode transmisi yang digunakan adalah Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang mengizinkan pentransmisian data secara paralel di dalam sub-frekuensi. Penggunaan OFDM memiliki keunggulan resistansi terhadap interferensi dengan gelombang lain, dan tentunya peningkatan throughput. Standar ini selesai diratifikasi pada tahun 1999.
IEEE 802.11b
IEEE 802.11b merupakan pengembangan dari standar IEEE 802.11 yang asli, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan hingga 5.5 Mb/s atau 11 Mb/s tapi tetap menggunakan frekuensi 2.45 GHz. Dikenal juga dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih oleh standar IEEE 802.11b mencapai 5.9 Mb/s pada protokol TCP, dan 7.1 Mb/s pada protokol UDP. Metode transmisi yang digunakannya adalah DSSS.
IEEE 802.11g
IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan menggunakan metode modulasi OFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya.
IEEE 802.11n
IEEE 802.11n-2009 adalah sebuah perubahan standar jaringan nirkabel 802,11-2.007 IEEE untuk meningkatkan throughput lebih dari standar sebelumnya, seperti 802.11b dan 802.11g, dengan peningkatan data rate maksimum dalam lapisan fisik OSI (PHY) dari 54 Mbit/s ke maksimum 600 Mbit/s dengan menggunakan empat ruang aliran di lebar saluran 40 MHz. Sejak 2007, Wi-Fi Alliance telah memberikan sertifikat interoperabilitas produk "draft-N" berdasarkan pada draft 2.0 dari spesifikasi IEEE 802.11n. Aliansi telah meningkatkan perangkat ini dengan tes kompatibilitas untuk beberapa perangkat tambahan yang diselesaikan setelah Draft 2.0 . Lebih jauh lagi, telah ditegaskan
bahwa semua produk bersertifikat draft-n tetap kompatibel dengan produk-produk standar akhir.
IEEE 802.11n didasarkan pada standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan 40 MHz ke lapisan saluran fisik (PHY), dan frame agregasi ke MAC layer. MIMO adalah teknologi yang menggunakan beberapa antena untuk menyelesaikan informasi lebih lanjut secara koheren dari pada menggunakan satu antena. Dua manfaat penting MIMO adalah
menyediakan keragaman antenna dan spasial multiplexing untuk 802.11n. Kemampuan lain teknologi MIMO adalah menyediakan Spatial Division Multiplexing (SDM). SDM secara spasial multiplexes beberapa stream data independen, ditransfer secara serentak dalam satu saluran spektral bandwidth. MIMO SDM dapat meningkatkan throughput data seperti jumlah dari pemecahan stream data
spatial yang ditingkatkan. Setiap aliran spasial membutuhkan antena yang terpisah baik pada pemancar dan penerima. Di samping itu, teknologi MIMO memerlukan rantai frekuensi radio yang terpisah dan analog-ke-digital converter untuk masingmasing antena MIMO yang merubah biaya pelaksanaan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem non-MIMO. Saluran 40 MHz adalah fitur lain yang dimasukkan ke dalam 802.11n yang menggandakan lebar saluran dari 20 MHz di 802.11 PHY sebelumnya untuk mengirimkan data. Hal ini memungkinkan untuk penggandaan kecepatan data PHY melebihi satu saluran 20 MHz. Hal ini dapat diaktifkan di 5 GHz mode, atau dalam 2,4 GHz jika ada pengetahuan yang tidak akan mengganggu beberapa 802.11 lainnya atau sistem non-802.11 (seperti Bluetooth) menggunakan frekuensi yang sama. Arsitektur coupling MIMO dengan saluran bandwidth yang lebih luas menawarkan peningkatan fisik transfer rate melebihi 802.11a (5 GHz) dan 802.11g (2,4 GHz).
[/justify]




Kategori Kabel UTP

1.      Kategori 1 (Cat 1)  : Sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone     Server) telephone dan ISDN. Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar.
2.      Kategori 2 (Cat 2) : Range impedensi yang lebar sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm Transmisi data ISDN, dengan bandwith 1 Mbps. Dipakai untuk token ring network.
3.      Kategori 3 (Cat 3) : Sering disebut kabel voice grade menggunakan konduktor padat sebanyak 22/24 pin dengan impedensi 100Ω dan berfungsi hingga 16 Mbps. Dapat digunakan untuk 10Base T dan token ring dengan bandwith 4 Mbps.
4.      Kategori 4 (Cat 4) : Frequensi up to 20 Mhz dan sering dipakai untuk 16 Mbps token ring network.
5.      Kategori 5 (Cat 5) : Frequensi up to 100 Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100 Mbps tetapi kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
6.      Kategori 5e (Cat 5e) : Frequensi dan kecepatan sama dengan Cat 5, tetapi lebih support gigabyte ethernet network.
7.      Kategori 6 (Cat 6)  : Memiliki kecepatan up to 250 Mbps atau lebih dari dua kali Cat 5 dan Cat 5e.
8.      Kategori 6a (Cat 6a) : Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10 Gbps.
9.      Kategori 7 (Cat 7) : Di design untuk bekerja pada frequensi up to 600 Mhz.
 

Keterangan : Kabel kategori 5e disebut juga Entanced Category 5, karena kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat 5 yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat 5 biasa.





Pengertian dan fungsi kabel STP
Kabel STP
Shielded twisted pair adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel,Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

Kekurangan
Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulny,Harganya cukup mahal.

Kelebihan
Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internalsehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaketpembungkus luar.

fungsinya
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,komputer televisi dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.


Anggota Kelompok :
-Bahrudin (12B16023)
-Hamdan Harun (12b16024)
-Maryadi (12016025)

Maryadi

Jumlah posting : 57
Join date : 17.09.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

tugas wireless lan

Post  t salam on Thu Oct 03, 2013 11:10 am

TUGAS 1
Koneksi 802.11a mendukung bandwidth sampai 54 Mbps dan sinyal dalam spektrum frekuensi diatur sekitar 5 GHz.
• Kelebihan dari 802.11a - kecepatan maksimum cepat, frekuensi diatur mencegah interferensi sinyal dari perangkat lain
• Kontra 802.11a - biaya tertinggi; jangkauan sinyal yang lebih pendek yang lebih mudah terhambat

Koneksi 802.11b mendukung bandwidth sampai 11 Mbps, frekuensi sinyal (2,4 GHz )
• Kelebihan dari 802.11b - biaya terendah; jangkauan sinyal yang baik dan tidak mudah terhalang
• Kontra 802.11b - kecepatan maksimum paling lambat; peralatan rumah dapat mengganggu pada pita frekuensi tidak diatur


Koneksi 802.11g mendukung bandwidth sampai 54 Mbps, dan menggunakan frekuensi 2.4 Ghz
• Kelebihan dari 802.11g - kecepatan maksimum cepat, jangkauan sinyal yang baik dan tidak mudah terhalang
• Kontra 802.11g - biaya lebih dari 802.11b; peralatan dapat mengganggu sinyal pada frekuensi yang tidak diatur


Koneksi 802.11n harus mendukung bandwidth 100 Mbps, dan menggunakan frekuensi 2.4 Ghz.
• Kelebihan dari 802.11n - kecepatan maksimum tercepat dan jangkauan sinyal terbaik, lebih tahan terhadap gangguan sinyal dari sumber luar
• Kontra 802.11n - standar belum selesai, biaya lebih dari 802.11g, penggunaan beberapa sinyal sangat mungkin mengganggu 802.11b terdekat / jaringan berbasis g.

penusun:
denny bagas w. s. 12016015
prayoga subekti 12016014
tarmidi salam 12016005

t salam

Jumlah posting : 39
Join date : 11.09.13
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

tugas 2_utp dan stp

Post  t salam on Thu Oct 03, 2013 11:34 am

TUGAS 2
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar mentega tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal.

Kategori Kegunaan
Category 1 (Cat1) Kualitas suara analog

Category 2 (Cat2) Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik

Category 3 (Cat3) Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik

Category 4 (Cat4) Transmisi data digital hingga 20 megabit per detik
Category 5 (Cat5) Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Enhanced Category 5 (Cat5e) Transmisi data digital hingga 1000 megabit per detik
Category 6 (Cat6) Mendukung transmisi di frekuensi 250MHz
Category 7 (Cat7) Mendukung transmisi di frekuensi 600MHz

Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja.
.
Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital.

Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik.

Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 16 MHz
Attenuation (pelemahan sinyal) 27 dB/1000 kaki 36 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk (NEXT) 26 dB/1000 kaki 23 dB/1000 kaki
Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki

Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik.
Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 20 MHz
Attenuation 20 dB/1000 kaki 31 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk 41 dB/1000 kaki 36 dB/1000 kaki
Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
Impedansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki

Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi.
Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 100 MHz
Attenuation 20 dB/1000 kaki 22 dB/1000 kaki
Near-end Cross-talk 47 dB/1000 kaki 32.3 dB/1000 kaki
Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki
Structural return loss 16 dB 16 dB
Delay skew 45 nanodetik/100 meter 45 nanodetik/100 meter



















Spanning Tree Protocol (disingkat STP)) adalah protokol jaringan yang menjamin topologi jaringan bebas-perulangan untuk penghubung Ethernet LAN. Fungsi dasar dari STP adalah untuk mencegah pengulangan penghubung danradiasi siaran yang dihasilkan dari mereka. Pohon rentang juga memungkinkan desain jaringan untuk memasukkan cadang tautan (redundan) untuk menyediakan jalur cadangan otomatis jika tautan aktif gagal, tanpa bahaya dari perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan, atau kebutuhan untuk panduan mengaktifkan / menonaktifkan cadangan tautan ini.
Spanning Tree Protocol (STP) distandarisasi sebagai IEEE 802.1D. Seperti namanya, protokol ini bisa menciptakan pohon rentang dalam jaringan bertautan dari lapisan 2 layer penghubung (biasanya switch ethernet), dan menonaktifkan tautan tersebut yang bukan bagian dari pohon rentang, meninggalkan jalur aktif tunggal antara dua node jaringan

penyusun
denny bagas w. s. 12016015
prayoga subekti 12016014
tarmidi salam 12016005

t salam

Jumlah posting : 39
Join date : 11.09.13
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

tugas 2 oktober jarkom

Post  dicka on Thu Oct 03, 2013 11:58 am

Nama kelompok :
Rio soqibul muttakim (12016009)
Hendika Andra Winata (12016021)
Yudianto arisman (12016004)

Perbedaan antara standar wireless network 802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n adalah
Kecepatannya :
802.11a :Memilikikecepatan 54 Mb/s
802.11b :Memiliki 5,5 Mb/s
802.11g :Memiliki54 Mb/s
802.11n :Memiliki 600 Mb/s
Frekuensinya :
802.11a : 5 GHz
802.11b : 2,4 GHz
802.11g: 2,4 GHz
802.11n : 2,4 GHz
Fiture:
802.11 a : Memilikimaksimumjangkauan 35 m indoor dan 120 m outdoor, metodetransmisi yang digunakanadalah Orthogonal Frequency Division MultiPlexing (OFDM).
802.11 b :Memilikimaksimumjangkauan 38 m indoor dan140 m outdoor, metodetransmisi yang digunakanadalah DSSS.
802.11 g :Memilikimaksimumjangkauan 38 m indoor dan 140 m outdoor, metodetransmisi yang digunakan OFDM
802.11n :Memilikimaksimumjangkauan70 m indoor dan250 m outdoor, metodetransmisisamadengan MIMO
Kompabilitas:
802.11 a :Dengan 802.11 a
802.11b :Dengan 802.11 b
802.11g :Dengan 802.11 b, danDengan 802.11 g
802.11n :Dengan 802.11 b,g,n.
Wireless LAN ini menggunakan protokol Ethernet dan CSMA / CA (carrier rasa multiple access dengan menghindari tabrakan bukan CSMA / CD ) untuk berbagi jalur .Berikut Karakteristik masing-masing Wireless :
Karakteristik 802.11a :
menggunakan frekuensi division multiplexing ( OFDM ) skema pengkodean ortogonal daripada FHSS atau DSSS . Spesifikasi 802.11a berlaku untuk sistem nirkabel ATM dan digunakan dalam hub akses .
Karakteristik 802.11b :
menggunakan DSSS hanya . 802.11b adalah ratifikasi standar 802.11 yang asli , yang memungkinkan fungsi nirkabel sebanding dengan Ethernet .
Karakteristik 802.11g:
menggunakan skema pengkodean OFDM .
Karakteristik 802.11n:
dibangun berdasarkan standar sebelumnya 802.11 dengan menambahkan MIMO (multiple - input multiple -output )

Perbedaan kabel STP dan UTP adalah
-Kabel STP
Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu media transmisi yang digunakan untuk membuat sebuah jaringan yang berbasis lokal atau biasa disebut LAN (Local Area Network). Sesuai namanya Shielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin atau terbelit dengan pelindung. Hampir sama dengan kabel UTP tapi kabel STP mempunyai selubung lagi yang menyelubungi ke 4 lilitan kabel di dalamnya. Fungsi lilitan dan kulit penyelubung ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran.

Kelebihan:
Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internalsehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaketpembungkus luar.

Fungsinya:
Untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,komputer televisi dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

-Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan yang berbasis lokal atau biasa disebut LAN (Local Area Network). Sesuai namanya yaitu Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan yang berpilin atau terbelit tanpa pelindung. Fungsi dari lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. kabel jenis banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan selain harganya yang tidah terlalu mahal, kabel ini juga mudah untuk memotongnya karena hanya mempunyai satu kulit penyelubung. oleh karena itu banyak orang yang menggunakan kabel jenis ini untuk membuat sebuah jaringan.
Spesifikasi:
Kabel UTP Category 1
Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocok untuk mentransmisikan data.

Kabel UTP Category 2
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)

Kabel UTP Category 3
Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.

Kabel UTP Category 4
Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps

Kabel UTP Category 5e
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 100 MHz
Attenuation 20 dB/1000 kaki 22 dB/1000 kaki
Near-end Cross-talk 47 dB/1000 kaki 32.3 dB/1000 kaki
Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki
Structural return loss 16 dB 16 dB
Delay skew 45 nanodetik/100 meter 45 nanodetik/100 meter
Kabel UTP Category 6
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.

dicka

Jumlah posting : 65
Join date : 21.09.13
Age : 22
Lokasi : yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Nama Kelompok

Post  Bahrudin on Mon Oct 07, 2013 1:10 pm

-Bahrudin_12B16023 (bahrudin241293atgmaildotcom)
-Hamdan Harun_12B16024 ( )
-Maryadi_12016025 (maryadi525atgmaildotcom)

Bahrudin

Jumlah posting : 46
Join date : 11.09.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Thread untuk tugas 2 Okt

Post  Sponsored content Today at 4:36 pm


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik