perbandingan DHTML dengan AJAX

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

perbandingan DHTML dengan AJAX

Post  Aria Dwi Putra on Tue Dec 31, 2013 4:58 pm

Nama: Aria Dwi Putra
NIM: 09016027

AJAX
Beberapa keuntungan AJAX diantaranya :
1. Penggunaan bandwidth; halakarena konten HTML dari halaman web dilakukan oleh browser itu sendiri, maka halaman web akan dapat di-load relatif lebih cepat apabila menggunakan AJAX dari pada hanya konten HTML.
2. Pemisahan antara data, format, style, dan fungsi: Keuntungan lain dari AJAX adalah pendekatan AJAX membuat programmer untuk memisahkan antara metode dan format yang digunakan untuk penyampaian informasi melalui web.
3. Memungkinkan untuk membuat website dan aplikasi web yang lebih baik dan lebih responsif.
4. Kepopularitasannya mendorong perkembangan pengkodean yang membantu developer untuk menghindarkan pembuatan ulang dalam melakukan pekerjaan yang sudah umum.
5. Mendayagunakan teknologi yang telah ada.
6. Mendayagunakan skill developer yang telah ada.
7. Fitur-fitur dari AJAX menyatu dengan baik dengan fungsionalitas yang telah disediakanoleh browser web.
Dengan demikian, mau tidak mau programmer akan menjadi lebih teratur dalam memprogram dan cenderung tidak kacau dalam membuat aplikasi web. Walaupun demikian AJAX juga memiliki beberapa kerugian, seperti:
1. Integrasi browser: Karena konten halaman menganut prinsip asinkron, di mana data bisa di-update tanpa halaman di-refresh, maka perubahan tampilan tidak tercatat di bagian history dari browser. Jadi ketika Anda mengklik tombol Back, yang muncul bukan tampilan seperti sebelum mengeksekusi kode AJAX, namun malah halaman sebelumnya.
2. Kekurangan lainnya adalah kesulitan bagi seorang user untuk melakukan bookmark/ favorite pada bagian tertentu dari halaman web.
3. Waktu respon yang kemungkinan bisa membingungkan user yang tidak berpengalaman menggunakan aplikasi AJAX. Jika setting waktu respon tidak tepat, user bisa mengira halaman yang diaksesnya sedang hang.
4. Search engine optimization: Karena konten di-generate menggunakan JavaScript, search engine tidak bisa mengindeksnya sehingga mengurangi efektivitas halaman ditinjau dari SEO.
5. Terlalu mengandalkan JavaScript: AJAX menggunakan JavaScript, yang kadang diimplementasikan secara berbeda di berbagai browser atau versetertentu dari sebuah browser. Karena. itu sering kale sebuah website yang mengandung JavaScript harus dites menggunakan berbagai jenis browseruntuk memastikan tampilannya tidak ada yang salah, begitu juga dengan AJAX. Namun mengingat browser sekarang seperti Mozilla dan IE 7 menggunakan lapisan abstraksi semisal JavaScript Framework, maka kekurangan ini sepertinya bisa ditanggulangi di masa depan.
6. Alat bantu pemrograman berupa IDE (integrated development environment) untuk JavaScript sangatlah jarang dan langka. Anda bisa menggunakan beberapa tool, seperti Firebug, IE Developer toolbar, dan Venkman.
7. Termasuk kelemahan JavaScript adalah apabila user men-disable JavaScript di browser-nya, maka AJAX tidak akan bisa digunakan.
8. Web analytics: Berbagai solusi web analytic biasanya memiliki anggapan bahwa sebuah halaman barn di-loading tiap kali konten di-update ke user.Mengingat AJAX mengubah paradigma seperti ini, maka programmer harus mengatur peletakan kode web analytic sehingga proses tracking akan lebih baik.

Jadi AJAX cocok digunakan jika Anda ingin membuat aplikasi web yang biasanya memerlukan pergantian halaman yang terlalu membutuhkan bandwidth. kurang efisien sehingga ingin disederhanakan. Teknologi AJAX juga memiliki batasan yang harus diperhatikan oleh para programmer ketika membuat hlaman web berbasis AJAX:
1. Kode script dan sumber data (baik XML atau plain text) harus berasal dari nama domain yang lama. Hal ini merupakan kebijakan dari browser untuk menghindari adanya masalah security. Namun Anda bisa mengakah hal ini dengan menggunakan skrip server side.
2. Browser keluaran Microsoft Internet Explorer 5 dan 6 menggunakan ActiveX untuk mengimplementasikan XMLHttpRequest. Walaupun setting default tidak menyebabkan masalah, namun jika settingnya diubah, user bisa tidak dapat mengakses AJAX (tapi ini sudah diperbaiki di browser Internet Explorer 7). Karena itu Anda harus memastikan bahwa user yang hendak membuka halaman web Anda sudah memenuhi persyaratanbrowser-nya.
3. Browser-browser tua dan browser khusus (seperti browser di handphonedan lynx) tidak dapat mengakomodasi penggunaan objekXMLHttpRequest, sehingga halaman yang menggunakan AJAX tidak bisa diakses.
4. Jika pengunjung men-disable JavaScript, halaman dengan kode AJAX tidak akan bisa dilihat.
5. Perlu waktu bagi user untuk memahami tentang perbedaan AJAX dengan halaman web konvensional.


DHTML
Menurut istilah: Dynamic HTML is a term used by some vendors to describe the combination of HTML, style sheets and scripts that allows documents to be animated.
DHTML memiliki kepanjangan Dynamic HyperText Markup Language, atau biasa disingkat Dynamic HTML.
DHTML bukanlah scripting language seperti JavaScript, DHTML hanya "sesuatu" dari penggunaan beberapa teknologi web yang diantaranya: Cascading Style Sheets, Document Object Model, dan client-side scripting.
Meskipun begitu untuk bekerja di dalam DHTML, akan selalu melibatkan kode-kode HTML, scripting languages, Document Object Model, Cascading Style Sheets, dan tentunya target browser itu sendiri.
Diharapkan dengan penggabungan beberapa teknologi itu, dokumen HTML yang dibuat bisa dinamis, interaktif, dan beranimasi.
Sebagai contoh:
• Ketika user mengklik mata rantai yang menuju ke halaman utama blog saya, mulanya halaman utama itu ditampilkan dengan warna latarbelakang silver. Setelah beberapa detik, teks berwarna biru dari headline blog saya ditampilkan, misalnya "Selamat datang di Blog sederhana ini..."
• Ketika user input data di dalam HTML form, data yang diinput user itu bisa diperiksa kevalidannya terlebih dahulu disisi browser klien dan tanpa harus langsung dikirim kepada server, ketika pemeriksaannnya sesuai dengan aturan pengisian data, baru data itu dikirim ke server.
• dll.
Keuntungan dari penggunaan DHTML:
• Menjadikan halaman web yang dibuat bisa bereaksi terhadap event-event yang terjadi.
• Web page author bisa mendapatkan posisi persisnya setiap elemen di dalam jendela, dan kemudian merubah posisinya jika memang diperlukan.
• Web page author bisa menyembunyikan atau menampilkan isi-isi di dalam halaman jika diperlukan.
• Memungkinkan setiap elemen HTML dapat dikontrol dengan bebas menggunakan scripting language, semisal JavaScript.
• Untuk perubahan-perubahan yang terjadi di halaman web, dapat dikelola menggunakan browser user pengguna itu sendiri dan tanpa harus ke server dulu.
• Menggunakan DHTML memberi keleluasaan bagi Web page author untuk bagaimana halaman itu diformat dan bagaimana isi diposisikan di dalam halaman.
• dll.


Aria Dwi Putra

Jumlah posting : 8
Join date : 09.10.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik