OBJECT ORIENTED ANALYSIS DESIGN.

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

OBJECT ORIENTED ANALYSIS DESIGN.

Post  Atma Turida on Tue Jun 04, 2013 6:21 pm

Nama Kelompok :

1. Aris Sutanto ( 08016020 )
2. Adhy Sanjaya ( 11016001 )
3. Atma Turida ( 11016017 )
4. M.RIlo
5. lukman noviantoro

1. OOAD (Object Oriented Analysis and Desain)

Pengertian OOAD
OOAD adalah metode analisis yang memerikasa requirements dari sudut pandang kelas kelas dan objek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan yang mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek system atau subsistem.. OOAD merupakan cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek,yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas.

Konsep Dasar OOAD
OOAD mencakup analisis dan desain sebuah sistem dengan pendekatan objek, yaiut analisis berorientasi objek (OOA) dan desain berorientasi objek (OOD).
OOA (object oriented analysis)
OOA (object oriented analysis) adalah Metode analisis yang memeriksa requirement (syarat/keperluan yang harus dipenuhi sebuah sistem) dari sudut pandang kelas-kelas dan objek-objek yang ditemui dalam ruang lingkup perusahaan.
Tahapan OOA (object oriented analysis) adalah:

*. Menentukan Kebutuhan Pemakai untuk Sistem Berorientasi Objek.
· Mengidentifikasikan proses-proses bisnis dan kebutuhan pemakai dan mengekspresikan dengan ‘use-case”.
· Sebenarnya bukan merupakan aktivitas analisis berorientasi objek, karena tidak membicarakan pembahasan tentang objek.
· Diperlukan karena dapat menjelaskan aktivitas-aktivitas apa saja yang harus dikerjakan oleh sistem, dan menjelaskan juga perilaku dari komponen-komponen sistem.
· Ada diagram tertentu yang dapat merepresentasikan model kebutuhan dari “use-case” yang diperoleh.

*. Identifikasi Kelas dan Objek
· Mengidentifikasi kelas-kelas dan objek-objek yang ada dalam lingkup aplikasi:
- eksplisit pada pernyataan masalah
- implisit pada lingkup aplikasi atau pengetahuan atas lingkup aplikasi
· Kelas dan objek dapat diidentifikasi dari:
- entitas eksternal yang memproduksi dan memakai informasi yang akan digunakan oleh sistem berbasis komputer
- sesuatu yang merupakan bagian dari wilayah informasi dari permasalahan
- kejadian, misalnya prosedur operasional, yang muncul dalam lingkup operasional sistem
- peran yang dimainkan oleh orang-orang yang berinteraksi dengan sistem
- unit organisasi yang relevan dengan aplikasi
- tempat yang menentukan ruang lingkup masalah dan seluruh fungsi dari sitem
- struktur yang mendefinisikan kelas dari objek atau yang menghubungkan kelas-kelas objek.
· Abaikan kelas dan objek yang tidak tepat karena:
- redunden
- tidak relevan
- lebih tepat berupa atribut

*. Identifikasi Atribut dan Layanan
· Mengidentifikasi atribut dan layanan yang terkait untuk setiap atribut tersebut.
· Atribut diidentifikasi dari elemen-elemen data yang dapat menggambarkan (mencirikan) sebuah objek secara utuh.
· Layanan diidentifikasi dari perilaku spesifik yang dapat menunjukkan peran dan tanggung jawab suatu objek.
· Abaikan atribut yang tidak tepat karena:
- berupa objek
- berupa qualifier
- berupa nama
- berupa identifier pada implementasi
- menyatakan status internal objek
- merupakan atribut yang sangat kecil (minor)
- bertentangan dengan atribut lain

*. Definisi Struktur dan Hirarki
· Mendefinisikan struktur dan hirarki dari objek yang akan mengorganisasikan kelas objek.
· Mengatur dan menyederhanakan objek-objek menjadi kelas-kelas objek melalui konsep agregasi dan pewarisan.
· Struktur dan hirarki yang mungkin didefinisikan:
- Struktur “generalization-specification”

*. Buat Model Hubungan Objek
· Mendefinisikan hubungan (asosiasi atau koneksi) antar kelas, yaitu ketergantungan antar satu kelas atau lebih dengan kelas lainnya.
· Asosiasi dapat berbentuk:
- lokasi fisik atau penempatan (next, to, part, of contained in)
- aksi terarah (drive)
- komunikasi (transmit to, acquires from)
- kepemilikan (incorporated by, is composed of)
- pemenuhan kondisi (manages, coordinates, controls)

*. Buat Model Perilaku Objek
· Menyatakan bagaimana sistem berorientasi objek akan menanggapi kejadian atau stimuli eksternal (memunculkan sifat dinamis objek).
· Tahap-tahap untuk membuat model perilaku objek:
- evaluasi semua “use-case” untuk memahami urutan interaksi yang ada dalam sistem
- identifikasi kejadian yang menggerakkan urutan interaksi, dan pahami bagaimana kejadian-kejadian tersebut berhubungan dengan objek tertentu
- buat penelusuran kejadian untuk setiap “use-case”
- buat diagram transisi keadaan untuk sistem
- tinjau ulang model perilaku objek untuk verifikasi keakuratan dan konsistensi

2. Perbedaan OOP dan pemrograman konvensional adalah:

Pemrograman konvensional bersifat struktural, di mana struktur data dan perilaku terpisah. Artinya, untuk mengelolanya dibutuhkan prosedur dan data yang disusun terpisah.
Teknik pemrograman pada OOP adalah bersifat modular, di mana sebuah modul program dipandang sebagai sebuah objek. OOP mengorganisasi perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya. Object dapat ditulis dan di-maintain terpisah (independen) dari object lain.

Kesimpulannya, untuk membuat program dengan menggunakan pemrograman konvensional, prosedur dan data disusun terpisah. Artinya, terjadi pemisahan antara prosedur dan data. Sedangkan teknik pemrograman Object Oriented, memandang struktur data dan perilakunya sebagai satu kesatuan, karena keduanya dianggap sebagai bagian dari suatu obyek, seperti layaknya suatu individu yang memiliki struktur tubuh dan perilakunya merupakan suatu yang tak terpisahkan.

Secara umum, OOP terdiri dari tiga karakteristik utama,yaitu:

Encapsulation: sebuah objek adalah sebuah modul yang mandiri, artinya ia tidak memiliki ketergantungan dengan objek lain atau program utama; membungkus prosedur dan data menjadi satu software obyek.

Inheritance: memacu pada penurunan sifat sebuah objek pada objek lain, dimana suatu obyek dapat mewariskan sifat-sifat yang dimilikinya kepada obyek turunannya.
Polymorphism: perilaku yang berbeda-beda dari sebuah objek turunan (ancestor) dan pada objek pendahulunya (desendent).

3. Pemodelan OOAD dengan Konsep Pemodelan Unified Modelling Languange (UML)
UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software.

Contoh Kasus Pada Sistem Perpustakaan
Use Case Pada Sistem Perpustakaan





Class Diagram Pada Sistem Perpustakaan .




Sequence Diagram Pada Sistem Perpustakaan


.


referensi :

http://pbo-kelompok9-c.blogspot.com/

http://syafrilchairiansyah.wordpress.com/2009/12/04/object-oriented-programming/
avatar
Atma Turida

Jumlah posting : 21
Join date : 22.09.12

Lihat profil user http://atma.byethost17.com/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik